Mutu Pendidikan Kedokteran Akan Diperbaiki

JAKARTA – Pemerintah akan menerjunkan tim untuk memperbaiki mutu pendidikan kedokteran. Saat ini, dari 69 program studi (prodi) kedokteran, hanya 15 prodi yang berakreditasi A.

Dirjen Kelembagaan Iptek Dikti Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti), Patdono Suwignjo mengatakan, Kemenristekdikti, Kementerian Kesehatan, Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Konsil Kedokteran Indonesia (KKI), Asosiasi Rumah Sakit Pendidikan Indonesia (ARSPI) dan stakeholder pendidikan kesehatan lain merasa mutu pendidikan kedokteran perlu diperbaiki.

“Maka kami bersama dengan stakeholder lain membentuk tim perbaikan mutu pendidikan kedokteran. Kita visitasi, dampingi dan mencari solusi untuk mereka memperbaiki diri,” katanya usai Penyerahan delapan SK Prodi Ilmu Kedokteran di Gedung Kemenristekdikti, baru-baru ini.

Patdono menjelaskan, tim perbaikan mutu ini sasarannya adalah untuk menaikkan akreditasi prodi kedokteran. Kemenristekdikti mencatat, dari 69 prodi kedokteran baik di kampus negeri dan swasta yang berakreditasi A hanya 15, B 29, akreditasi C 21 unit dan sisanya izinnya sudah kedaluwarsa. Tim juga akan memperbaiki persentase kelulusan uji kompetensi dokter dan bagi kampus yang tingkat kelulusannya di bawah 50 persen akan terus didampingi hingga statistik kelulusannya naik. Menurut dia, tim sudah dibentuk dan akan segera turun ke lapangan dalam waktu dekat.

Sementara Kemenristekdikti kemarin menyerahkan delapan SK izin prodi ilmu kedokteran kepada delapan kampus, yakni Universitas Khairun Ternate, Universitas Surabaya, UIN Alauddin Makassar, Universitas Bosowa Makassar, Universitas Ciputra Surabaya, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Universitas Muhammadiyah Surabaya dan Universitas Wahid Hasyim Semarang.

Patdono menerangkan, pemerintah masih membuka prodi kedokteran karena standar rasio satu dokter melayani 2.500 harus diubah. Sebab di negara lain, rasionya sudah satu dokter melayani 1.000 orang. Namun untuk menanggapi kejenuhan akan prodi kedokteran dan lulusannya Kemenristekdikti mulai tahun ini sudah tidak akan menerima lagi usulan pembukaan prodi kedokteran.

“Kita masih membutuhkan dokter. Namun, kita juga akan membatasi prodinya. Mulai tahun ini kita tutup usulan perizinannya,” ucapnya.

Dia menambahkan, delapan kampus yang masih dapat izin prodi kedokteran diberikan catatan khusus dari Kemenristekdikti. Patdono menegaskan, tidak ada izin kepada delapan kampus itu yang diberikan tanpa ada catatan. Catatan itu misalnya, jumlah dosen harus 18 untuk melayani mahasiswa yang tidak boleh lebih dari 50 orang. Kampus juga harus merumuskan visi misi dan penyusunan kurikulum. Seluruh catatan itu harus dilengkapi dalam waktu satu tahun.

Sumber: Mutu Pendidikan Kedokteran Akan Diperbaiki

Share