Pengelolaan PTN-PTS di Daerah Akan Terintegrasi di L2Dikti

Pemerintah akan menggabungkan urusan pengelolaan perguruan tinggi negeri (PTN), dan perguruan tinggi swasta (PTS), dalam lembaga layanan pendidikan tinggi (L2Dikti).

Kebijakan ini sekaligus diikuti tantangan untuk memperkuat sumber daya manusia di lingkungan Koordinasi Perguruan Tinggi Swasta (Kopertis), yang menjadi embrio L2Dikti. Sesuai amanah Undang-Undang Pendidikan Tinggi No 12/2012, L2Dikti akan menggantikan peran Kopertis menjembatani kepentingan kampus-kampus di daerah dengan pemerintah pusat. ”L2Dikti, nantinya,bahkan berkewajiban menjalin koordinasi dengan PTN dan PTS secara bersamaan.

Itu, membutuhkan sumberdaya manusia yang cakap sehubungan kerja sama, pembinaan, dan pengawasan yang harus dilakukan,” terang Koordinator Kopertis VI Jateng DYP Sugiharto, kemarin. Guru besar Unnes itu, berbicara dihadapan pimpinan PTS se Jateng dalam forum silaturahmi akademik 2016 dan halal bil halal di kampus II UPGRIS, Jalan Sriwijaya.

Menjadi Mitra

Hadir antara lain, Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta (Aptisi) Jateng Brojo Sujono, Sekretaris Aptisi Y Sutomo, Pengurus Asosiasi Badan Pengelola Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (ABPPTSI) Jateng Sarsintorini Putra, dan tuan rumah Rektor UPGRIS Muhdi. Selebihnya juga direktur, ketua, dan rektor PTS se provinsi ini.

DYP Sugiharto menjelaskan penyiapan SDM terus dilakukan. Sebab, ini juga berkenaan pelayanan yang harus makin baik dari waktu ke waktu. Selain menjembatani 249 PTS aktif yang selama ini menjadi mitra, kedepan jika telah berubah menjadi L2Dikti, instansi tersebut akan menjadi jembatan koordinasi antara PTN dengan pemerintah pusat.

Di Jateng PTN itu mencakup Undip,Unsoed, UNS, Unnes, Untidar, dan lainnya. ”Sekarang saja untuk jabatan Sekretaris Pelaksana Kopertis, sudah diperkuat dengan pejabat di tingkat eselon II. Ini juga bagian dari penguatan SDM, jika nantinya harus pula melayani PTN,” urai DYP. Adapun untuk koordinasi dengan PTS, sejauh ini telah berjalan baik. (H41-91)

Share