SMK Ini Sering Diorder Dokumentasi Kunjungan Pejabat

YOGYAKARTA – Meskipun baru membuka satu jurusan Multimedia, SMK Ma’arif Yogyakarta, sering mendapat kepercayaan Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta untuk mendokumentasikan acara-acara penting. Misalnya, kunjungan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhammad Nuh (waktu itu), Menteri Agama Suryadarma Ali (waktu itu) dan acara penting lainnya.

Shooting dokumentasi itu bukan kemauan sendiri tetapi order dari Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta, beberapa di antaranya bahkan berbayar. Selain itu, para siswa SMK Ma’arif juga sering mendapat pesanan dokumentasi pesta pernikahan.

“Siswa bisa mendapatkan pengalaman yang tidak didapat di bangku sekolah,” kata Kaprodi Multimedia Dwi Santosa Widiyatmoko di SMK Ma’arif, Rabu (20/1/2016).

Pengalaman itu, imbuhnya, terutama melatih mental siswa, bagaimana menghadapi klien yang berbagai macam karakternya, bagaimana bersikap, bagaimana memasarkan serta tidak gugup ketika menghadapi tokoh penting. Siswa juga belajar mengecek lokasi, mengetahui bahwa sudut pengambilan gambar dan pencahayaan masing-masing acara berbeda. Jika mendokumentasi pesta pernikahan, siswa belajar budaya karena mereka harus tahu urut-urutannya.

“Pengetahuan itu yang tidak didapat di bangku sekolah. Jadi meskipun siswa ketika melakukan shooting meninggalkan bangku sekolah, bukan berarti meninggalkan pelajaran. Karena shooting itu merupakan bagian dari pembelajaran untuk memenuhi standar. Kami harap, begitu lulus mereka bisa langsung diterima pasar tenaga kerja,” ujar Dwi.

Dwi menjelaskan, pesanan dokumentasi dari pihak luar melibatkan siswa kelas XI dan XII. Mereka bekerja di bawah nama Smarifta Multi Media atau Sekolah Ma’arif Kota Yogya Multi Media.

Sedangkan siswa kelas X hanya diberi tugas mendokumentasikan berbagai kegiatan untuk promosi sekolah. Para siswa kelas X ini juga diberi kesempatan mempelajari dan mengikuti kakak kelasnya saat mendokumentasikan kegiatan di luar.

“Bagi siswa yang punya kemampuan lebih, sekolah berani membuatkan surat keterangan pengalaman kerja,” imbuh Dwi.

Saat ini ada 120 siswa di SMK Ma’arif. Setiap jenjang dibagi menjadi dua kelas dengan 30 siswa di tiap kelas. Sekolah ini baru meluluskan dua angkatan, karena memang belum lama berdiri tepatnya pada 2011.

“Ketika baru buka, sudah ada alat praktik, karena saya punya studio video shooting Lintang Persada. Pada tahap awal kamera saya juga ikut digunakan,” tandasnya.

Sumber: SMK Ini Sering Diorder Dokumentasi Kunjungan Pejabat

Share