Mahasiswa Kian Gandrung Berbisnis

Mahasiswa yang tertarik untuk terjun ke dunia usaha atau wirausaha semakin banyak. Hal ini sejalan kian intensifnya penularan “virus” berbisnis yang dilakukan pemerintah, komunitas pengusaha, perbankan dan BUMN/BUMD di Indonesia.

“Saat ini sudah terjadi perubahan generasi muda, terutama mahasiswa. Mereka lebih tertarik menjadi pengusaha dibandingkan PNS atau karyawan,” kata Pendiri Gerakan Indonesia Muda Berbisnis (GIMB) Agus Santoso di Bandung, Selasa (2/1/2016).

Salah satu momen penting, kata dia, adalah bermunculannya pelaku usaha kreatif yang sebagian besar digawangi oleh para mahasiswa dan generasi muda. Bahkan kegiatan usaha kreatif itu pula yang menjadi tulang punggung bagi perekonomian Indonesia pada saat diterpa krisis ekonomi.

“Berbagai upaya dan fasilitasi telah dilakukan pemerintah untuk menumbukan jiwa entrepreneur. Stimulus pembiayaan bagi pelaku usaha muda juga memberikan dampak positif bagi pertumbuhan pelaku usaha muda,” katanya dalam pertemuan dengan Dinas Koperasi dan UMKM Jabar itu.

Agus melalui Gerakan Indonesia Muda Berbisnis terus mendorong jiwa kreatif dan jiwa bisnis generasi muda untuk mengambil peran dan peluang yang ada di sektor potensial untuk menggerakan perekonomian itu.

“Kami terus aktif bersinergi terutama dengan kompetensinya di bidang pelatihan dan pembimbingan pengusaha muda,” kata Agus.

Sementara itu Wakil Rektor III Telkom University (Tel-U) AMA Suyanto menyebutkan gairah generasi muda untuk terjun ke dunia usaha begitu tinggi. Hal itu terlihat dengan banyaknya minat mahasiswa yang masuk ke jurusan bisnis dan pengembangan ekonomi kreatif seperti di Tel-U University. Munculnya inkubasi bisnis di kampus-kampus turut menjadi pendorong kian tingginya minat mahasiswa untuk terjun ke dunia bisnis.

“Penajaman program sangat penting melibatkan semua elemen. Sebab, tidak ada keberhasilan yang dilakukan sendirian, selalu ada kerjasama tim dalam meraih kemenangan,” kata Suyatno.

Menurut dia, dalam berbisnis, generasi muda harus dikenalkan dengan berbagai peluang dan risiko bisnis serta solusi yang bisa mereka lakukan. Salah satunya menjalin sinergi dengan berbagai kalangan dan jejaring bisnis. Suyatno menggarisbawahi sejumlah program pemerintah dalam mendorong pertumbuhan dunia usaha termasuk menciptakan pelaku usaha baru harus dilakukan secara sinergi dan berkesinambungan.

Suyatno menilai, banyak kegagalan dalam menjalankan program dikarenakan adanya ego sektoral, terutama perasaan mampu mengerjakan seluruh program hanya sendirian.

“Ini harus diubah. Lionel Messi bisa jadi pemain terbaik pun karena ada sokongan pemain lainnya. Program KUMKM bisa berhasil jika seluruh potensi dihimpun, dijelaskan perannya, dievaluasi bersama, dan masing-masing bekerja sungguh-sungguh,” tandas Suyatno.

Sumber : okezone.com

Share