Kiat Tetap Eksis dan Kompetitif di Era Industri 4.0

Tetap eksis atau sekedar dapat bertahan di era Industri 4.0 sungguh bukan pekerjaan yang mudah. Efek disruption nya terbukti telah banyak ‘mengganggu’ kemapanan status quo di semua sektor kehidupan manusia, mencakup bidang industri, bisnis, sosial budaya, transportasi, politik, pendidikan dan lain-lain. Bahkan salah satu industri yang dianggap sangat mapan dan seakan ‘tidak tersentuh’ seperti perbankan dibuat ketar-ketir dengan kehadiran financial technology (fintech) serta teknologi blockchain.

Sama seperti berbagai sektor lainnya di semua belahan dunia, sektor pendidikan di Indonesia seperti Perguruan Tinggi, Sekolah, Bimbingan Belajar, Diklat dan lain-lain, juga tidak luput dari dampak Industri 4.0. Mereka harus menghadapi kerasnya gangguan dari banyak hal yang dapat menggerus  hegemoni dan eksistensi yang selama ini telah bertahan lama. Persaingan dari institusi sejenis yang semakin ketat (misal PTS vs PTN, PTS vs PTS), ditambah lagi dengan kehadiran ‘lawan baru’ yang selama ini tidak terperhitungkan seperti media pembelajaran online, pendidikan jarak jauh (kuliah online) yang semakin diminati oleh masyarakat serta didukung penuh oleh pemerintah.

Jika tidak tanggap dan memberikan respon yang tepat terhadap kondisi ini, dengan cepat akan terjadi penurunan suatu institusi pendidikan dalam berbagai sektor. Salah satu indikasi yang bisa dilihat langsung bisa berupa penurunan peminat pada penerimaan siswa/mahasiswa baru sehingga terjadi penurunan kuantitas ataupun kualitas siswa/ mahasiswa baru.

Revolusi Industri 4.0. Dok: engineersjournal.ie

Selain dari efek disruption, arus deras Industri 4.0 juga membawa berbagai hal positif dan peluang besar untuk berkembang bagi semua orang maupun institusi pendidikan, telah banyak succes story dari pihak-pihak yang tanggap dan kreatif menghadirkan solusi di era digital ini. Menjadi sukses atau menjadi korban era Industri 4.0 adalah pilihan, tergantung sikap dan reaksi dari masing-masing institusi ataupun individu. Berikut beberapa faktor yang perlu ditempuh agar sukses untuk tetap eksis dan kompetitif di era Industri 4.0

1. Evaluasi
Mengetahui permasalahan secara tepat adalah bagian dari solusi. Era Industri 4.0 membutuhkan solusi yang cepat dan tepat serta inovatif dari setiap kendala dan tantangan yang dihadapi.

Penting bagi suatu institusi untuk menganalisa permasalahan organisasi, budaya organisasi yang telah terbentuk serta sumber daya manusia yang dimilikinya secara jujur dan adil, kelebihan maupun kekuranganya. Sehingga dapat disusun langkah-langkah perbaikan dan antisipasinya. Kesalahan dalam menganalisa suatu permasalahan juga akan mengeluarkan solusi yang salah, ini dapat menyebabkan banyak waktu dan biaya habis sia-sia tanpa berhasil menyelesaikan masalah itu sendiri

2. Up Grading
Peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) merupakan salah satu faktor kunci kesuksesan mengadapi era Industri 4.0. Penting sekali bagi institusi pendidikan secara konsisten dan sistematis melakukan peningkatan kualitas SDM yang telah ada melalui pelatihan-pelatihan, seminar, diklat dan lain-lain serta melakukan rekturmen SDM baru yang lebih selektif.

Berbeda dengan periode sebelumnya, saat ini ekspektasi masyarakat terhadap layanan kampus / sekolah menjadi semakin tinggi, semua dituntut serba cepat dan transparan. Ini merupakan efek dari transformasi digital di berbagai lini kehidupan. Akan sulit sekali bagi kampus ataupun sekolah  mengelola berbagai kegiatan operasional harian serta memberikan layanan yang cepat dan akurat memenuhi ekpektasi tinggi dari berbagai pihak seperti mahasiswa/siswa, orang tua/wali, dosen/guru, yayasan, masyarakat, DIKTI/DIKNAS, Industri dan lain-lain tanpa didukung oleh sumber daya yang mumpuni baik kualitas maupun kuantitasnya.

3. Adaptasi
Kampus dan Sekolah harus cepat beradaptasi dengan kondisi perkembangan terbaru. Pesatnya perkembangan teknologi digital telah merubah prilaku manusia, terutama pada generasi mileneal sebagai objek utama pendidikan saat ini. Mereka adalah generasi yang melek teknologi informasi dan telah terbentuk pola pikir dan standard tertentu dari berbagai layanan digital yang pernah mereka gunakan. Mereka menyukai media dan sistem belajar yang disupport oleh teknologi dibandingkan cara belajar konvensional.

Dari sisi regulasi, pemerintah mendukung dan mendorong sistem pendidikan jarak jauh (PJJ) melalui kelas kuliah online, hampir tidak ada lagi batasan suatu institusi pendidikan untuk menggapai peserta didiknya. Tidak ada lagi batasan demografi dalam proses belajar mengajar. Hanya dibatasi oleh koneksi internet dan quota paket data 😀

Apa yang terjadi jika sebuah kampus PTN atau PTS elit bisa menyelenggarakan pendidikan jarak jauh yang persertanya bisa dari seluruh pelosok nusantara bahkan luar negeri? Beberapa perrguruan tinggi di luar negeri telah menyediakan jalur pendidikan yang 100% sistem online, tidak ada tatap muka, peserta didik bisa mendaftar dari negara lain di seluruh belahan dunia.

Bagi bimbingan belajar konvensional, kehadiran platform virtual class seperti Ruang Guru, LuarSekolah, Khan Academy tentu menjadi tantangan tersendiri untuk dihadapi agar tetap eksis dan berkembang. Apakah institusi pendidikan dapat mempertahankan eksistensinya tanpa melakukan perubahan secara signifikan, sebagaimana jasa transportasi konvensional (ojek pangkalan, angkot, taxi, dll) pernah berusaha menentang kehadiran platform transportasi online ? Tidak, cara satu-satunya adalah beradaptasi dengan keadaan untuk kemudian berbenah.

4. Inovasi
Inovasi adalah suatu keharusan agar tetap kompetitif di era Industri 4.0. Pasrah saja menjalankan aktivitas organisasi seperti puluhan tahun yang telah pernah dilaksanakan sambil melihat secara perlahan namun pasti kemerosotan di berbagai sektor institusi jelas bukan pilihan. Cara terbaik adalah dengan berfikir lebih kreatif dan membuat berbagai inovasi cerdas dalam pengelolaan organisasi serta solusi-solusi yang ditawarkan kepada masyarakat.

Ada banyak ruang bagi kreativitas dan inovasi yang dapat dilakukan seperti cara promosi, bidang keahlian yang ditawarkan, metode pengajaran, serta berbagai aspek lainnya di dunia pendidikan.

5. Kolaborasi
Institusi pendidikan perlu berkolaborasi dengan pihak-pihak lain untuk mencapai tujuannya, baik bekerjasama dengan institusi sejenis untuk pelaksanaan program kerja bersama maupun dengan pihak lain sebagai pendukung.

Sebagai contoh, keberadaan Pendidikan Jarak Jauh (PJJ)  melalui program  kuliah online sudah jelas tidak dapat dihalangi. Jika ‘kampus kecil’ tidak sanggup bersaing secara head to head dengan ‘kampus besar’ penyelenggara, kenapa tidak mencoba berkolaborasi untuk penyelenggaraan bersama? Tidak semua program studi atau mata kuliah bisa dilakukan 100% online, artinya keberadaan kampus offline akan tetap diperlukan, ini adalah peluang untuk bisa tetap eksis di program studi tersebut, dan jika bekerjasama dengan perguruan tinggi besar dalam penyelenggaraan kuliah online, ‘kampus kecil’ tetap bisa terlibat aktif dan maju bersama dalam penyelenggaraan PJJ.

6. Teknologi
Peluang, tantangan serta gangguan yang teradi pada era Industri 4.0 berawal dari teknologi. Kemajuan pesat teknologi telah merubah banyak hal, merubah prilaku manusia, kehidupan sosial, politik, ekonomi, budaya, menyentuh hampir semua aspek kehidupan.

Agar dapat tetap eksis dan kompetitif di era Industri 4.0 institusi pendidikan harus mengadopsi penggunaan teknologi, misalnya penggunaan komputer dan laptop, sistem informasi akademik atau sistem informasi sekolah, kelas kuliah online, jurnal online, Artificial Intelligence (AI), Internet of Things (IoT) dan lain-lain. Nyaris mustahil untuk bersaing jika proses bisnis dan layanan di kampus atau sekolah hanya mengandalkan cara-cara konvensional. Cepat atau lambat institusi yang tidak ditunjang oleh teknologi akan ditinggalkan target pasarnya. Selain itu manajemen konvensional membutuhkan biaya operasional yang lebih besar dan tidak efektif.

Menghindari teknologi adalah cara paling cepat untuk mengakhiri eksistensi suatu institusi pendidikan dan sebagaimana juga institusi lainnya. Salah satu teknologi bidang pendidikan yang  dapat digunakan Perguruan Tinggi adalah aplikasi pengelolaan manajemen kampus secara efektif dan efisien yang telah dikembangkan oleh Suteki Tech seperti aplikasi Sistem Informasi Akademik (SIAKAD), Sistem Informasi Perpustakaan & Digital Library (PUSAKA), E-Office Campus dan lain-lain.

Share

Comments (1)

Post your comments here

Your email address will not be published. Required fields are marked *