Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Wijaya Husada menjalin kerja sama dengan Suteki Technology sebagai bagian dari pengembangan ekosistem akademik dan pembelajaran digital yang semakin terintegrasi.
Kolaborasi ini diarahkan untuk mendukung beberapa kebutuhan strategis kampus, mulai dari pengelolaan akademik melalui sistem yang saling terhubung, pemanfaatan Learning Management System (LMS), hingga penguatan implementasi Outcome-Based Education (OBE) dalam proses pembelajaran.
Melalui implementasi yang dilakukan secara bertahap, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Wijaya Husada dan Suteki Technology akan mempersiapkan proses transisi sistem dengan tetap menyesuaikan agenda akademik serta prioritas operasional kampus.
Integrasi Sistem Menjadi Bagian dari Pengembangan Tata Kelola Akademik
Transformasi digital perguruan tinggi tidak hanya berkaitan dengan penggunaan aplikasi, tetapi juga bagaimana setiap proses dapat saling terhubung.
Dalam sesi diskusi bersama Suteki Technology, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Wijaya Husada menyampaikan kebutuhan untuk mengembangkan sistem akademik yang lebih terintegrasi sehingga berbagai aktivitas kampus dapat dikelola melalui alur yang lebih terstruktur.
Pendekatan tersebut memungkinkan data akademik digunakan secara lebih konsisten untuk berbagai kebutuhan, mulai dari aktivitas perkuliahan, pengelolaan dosen dan mahasiswa, penilaian, hingga monitoring akademik.
SIAKAD 4.0 sendiri dikembangkan sebagai fondasi pengelolaan akademik yang dapat terhubung dengan berbagai aplikasi lain dalam ekosistem digital perguruan tinggi.
Dengan integrasi tersebut, kampus memiliki ruang untuk terus mengembangkan layanan digital sesuai kebutuhan institusi.
Pengembangan Pembelajaran Digital melalui Civitas LMS
Selain pengelolaan akademik, Learning Management System menjadi salah satu bagian penting dalam rencana pengembangan sistem Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Wijaya Husada.
Pemanfaatan LMS dapat membantu kampus menyediakan ruang pembelajaran digital bagi dosen dan mahasiswa sekaligus menghubungkannya dengan proses akademik yang sudah berjalan.
Dalam ekosistem Suteki Technology, Civitas LMS dapat terintegrasi dengan SIAKAD 4.0.
Salah satu bentuk integrasinya terdapat pada pengelolaan nilai. Komponen nilai yang dikelola melalui Civitas LMS dapat dikonfigurasi untuk terhubung dengan nilai di SIAKAD 4.0 sesuai kebutuhan kampus.
Portal dosen Civitas LMS juga memberikan akses menuju SIAKAD 4.0, sementara data profil dosen mengacu pada biodata yang dikelola melalui sistem akademik.
Dengan demikian, LMS dapat menjadi bagian dari ekosistem pembelajaran yang saling terhubung dengan aktivitas akademik kampus.
OBE Menjadi Salah Satu Fokus Pengembangan Akademik
Pengelolaan Outcome-Based Education (OBE) juga menjadi salah satu fokus penting dalam kolaborasi ini.
Dalam pendekatan OBE, proses pembelajaran dirancang dengan melihat ketercapaian kompetensi mahasiswa. Karena itu, kampus perlu memiliki hubungan yang jelas antara Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL), Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK), Sub-CPMK, aktivitas pembelajaran, assessment, hingga evaluasi ketercapaian.
SIAKAD 4.0 mendukung pengelolaan alur tersebut secara lebih terstruktur.
Pada Portal Operator, CPMK menjadi turunan dari CPL untuk setiap mata kuliah dan berfungsi sebagai penghubung antara capaian program studi dengan proses pembelajaran. Sistem juga mendukung distribusi CPL ke CPMK.
Sementara melalui Portal Dosen, pengelolaan dapat dilanjutkan hingga penyusunan Sub-CPMK dan keterkaitannya dengan CPL serta bobot capaian.
RPS berbasis OBE juga dapat mencakup capaian pembelajaran, metode pembelajaran, strategi evaluasi, indikator penilaian, hingga hubungan antara CPMK dan CPL program studi.
Dengan pendekatan tersebut, implementasi OBE dapat dikelola sebagai bagian dari proses akademik yang terhubung, bukan hanya dokumentasi kurikulum.
Menghubungkan Sistem Akademik, LMS, dan OBE dalam Satu Ekosistem
Kebutuhan terhadap sistem akademik, LMS, dan OBE memiliki hubungan yang erat.
SIAKAD menjadi fondasi pengelolaan aktivitas akademik. LMS mendukung proses pembelajaran yang dilakukan dosen dan mahasiswa. Sementara OBE membantu program studi memastikan aktivitas pembelajaran tersebut mengarah pada capaian yang telah ditetapkan.
Secara sederhana, alurnya dapat digambarkan sebagai:
Kurikulum & OBE → Aktivitas Akademik → Pembelajaran melalui LMS → Assessment → Nilai → Monitoring Ketercapaian
Dengan ekosistem yang saling terhubung, kampus dapat membangun proses akademik yang lebih sistematis sekaligus mempermudah monitoring pada setiap tahapnya.
Pendekatan ini juga memberikan ruang bagi perguruan tinggi untuk terus mengembangkan sistem secara bertahap seiring kebutuhan institusi.
Migrasi Data Direncanakan Mulai Oktober 2026
Implementasi sistem direncanakan dengan mempertimbangkan agenda operasional Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Wijaya Husada.
Pada September 2026, kampus memprioritaskan penyelesaian agenda pelaporan yang sedang berjalan. Setelah periode tersebut selesai, proses migrasi data direncanakan mulai Oktober 2026.
Penjadwalan ini menjadi bagian dari strategi implementasi agar proses transisi dapat dilakukan pada momentum yang tepat.
Migrasi data bukan hanya proses memindahkan informasi ke sistem baru. Kampus juga perlu mempersiapkan data, konfigurasi, alur kerja, serta pengguna yang akan terlibat dalam operasional sistem.
Dengan perencanaan bertahap, proses implementasi dapat dilakukan dengan lebih terarah sekaligus tetap menjaga kelancaran aktivitas akademik kampus.
Pendampingan Disesuaikan dengan Kebutuhan Kampus
Setiap perguruan tinggi memiliki kondisi, kebutuhan, dan tahapan transformasi digital yang berbeda.
Karena itu, kolaborasi antara Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Wijaya Husada dan Suteki Technology tidak hanya berfokus pada implementasi sistem, tetapi juga pada proses pendampingan yang disesuaikan dengan kebutuhan institusi.
Tahapan berikutnya dapat mencakup persiapan migrasi data, konfigurasi sistem, pengenalan alur kerja, hingga pendampingan penggunaan modul akademik, LMS, dan OBE.
Pendekatan tersebut diharapkan dapat membantu proses adopsi sistem berlangsung secara bertahap dan selaras dengan operasional kampus.
Apa yang Dapat Dipelajari Perguruan Tinggi Lain?
Langkah Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Wijaya Husada menunjukkan bahwa transformasi digital dapat dilakukan melalui perencanaan yang matang.
Kampus dapat terlebih dahulu memetakan kebutuhan utama, menentukan solusi yang akan diintegrasikan, kemudian menyesuaikan waktu implementasi dengan agenda institusi.
Yang terpenting bukan seberapa cepat sistem baru diterapkan, tetapi bagaimana setiap tahap dipersiapkan agar teknologi benar-benar dapat mendukung proses akademik.
Pendekatan tersebut juga memberikan kesempatan bagi kampus untuk membangun ekosistem digital secara bertahap dan berkelanjutan.
Bangun Ekosistem Akademik yang Lebih Terintegrasi bersama Suteki Technology
Transformasi digital perguruan tinggi dapat dimulai dengan menghubungkan proses akademik, pembelajaran, dan evaluasi dalam satu ekosistem yang lebih terstruktur.
Melalui SIAKAD 4.0 dan Civitas LMS, Suteki Technology mendukung perguruan tinggi dalam membangun pengelolaan akademik yang dapat berkembang sesuai kebutuhan institusi, termasuk penerapan kurikulum OBE.
→ Request Demo SIAKAD 4.0 dan solusi Suteki Technology [Link Form Request Demo]
→ Hubungi tim Suteki Technology melalui WhatsApp untuk konsultasi kebutuhan kampus [Link Whatsapp]