Dalam webinar “Bedah Neo Feeder 3.0.1: Semua Update, Fitur Baru, & Langkah Implementasi” yang digelar oleh Suteki Technology, banyak pertanyaan teknis muncul dari operator kampus seputar penggunaan Neo Feeder versi terbaru. Webinar ini membahas tantangan sehari-hari yang sering dialami operator, mulai dari kendala OTP, proses pergantian admin (Role Master), hingga sinkronisasi data PDDikti dengan SIAKAD kampus.
Artikel ini merangkum poin-poin penting dari diskusi tersebut agar bisa menjadi panduan praktis bagi kampus yang sedang beradaptasi dengan Neo Feeder 3.0.1.
1. Pergantian Admin (Role Master) di Neo Feeder
Salah satu pertanyaan yang muncul adalah bagaimana prosedur jika kampus ingin mengganti admin. Ternyata penting untuk membedakan jenis admin yang dimaksud:
- Jika yang diganti adalah Admin Role Master (Super Admin), maka kampus harus mengunggah ulang Pakta Integritas, membuat perjanjian baru, serta menggunakan email baru.
- Prosesnya dilakukan melalui halaman PDDikti Admin. Di sana terdapat tombol registrasi untuk mengajukan Role Master baru. Pengajuan lama otomatis akan tertimpa oleh pengajuan yang baru.
- Biasanya pihak LLDikti akan menghubungi untuk mengonfirmasi pengajuan.
- Setelah disetujui, semua akun yang sebelumnya berada di bawah Role Master lama akan berpindah ke Role Master baru.
Intinya, pergantian Role Master tidak bisa dilakukan sembarangan. Kampus perlu mempersiapkan dokumen ulang agar sistem tetap valid secara administratif.
2. Solusi Kendala OTP Tidak Masuk
Masalah lain yang cukup sering ditemui operator adalah OTP yang tidak terkirim ke WhatsApp, terutama setelah melakukan update sistem.
Berikut langkah solusi yang disampaikan dalam webinar:
- Cek pengaturan nomor OTP di Admin PDDikti – pastikan nomor ditulis dengan awalan 62 (bukan 0).
- Jika OTP tetap tidak terkirim, coba kirim pesan manual ke nomor pengirim OTP (misalnya “Halo”, “Selamat siang”, atau sapaan lain). Hal ini membantu sistem membaca request baru.
- Pastikan perangkat normal – memori WhatsApp tidak penuh, aplikasi sudah di restart, dan koneksi stabil.
- Ulangi proses: ganti nomor → kirim OTP → validasi OTP → isi captcha → simpan perubahan.
Dengan cara ini, OTP biasanya kembali normal. Kendala umum sering muncul karena sistem menganggap nomor lama “bug” atau tidak aktif.
3. Tantangan Sinkronisasi Data Neo Feeder 3.0.1
Pertanyaan lain yang muncul adalah terkait sinkronisasi data PDDikti dengan SIAKAD kampus, terutama di daerah dengan kendala jaringan.
Beberapa poin penting yang disampaikan:
- Neo Feeder 3.0.1 lebih aman karena sudah ada tambahan jalur validasi dan mekanisme keamanan baru.
- Namun, keberhasilan sinkronisasi tetap sangat bergantung pada:
- Operator yang memahami tata kelola Neo Feeder.
- Dukungan pimpinan kampus, karena data di Neo Feeder adalah “roh” perguruan tinggi.
- Infrastruktur kampus yang memadai (server, perangkat, dan SIAKAD yang terintegrasi).
- Operator yang memahami tata kelola Neo Feeder.
Ada kisah inspiratif dari lapangan—operator kampus yang sampai membawa PC desktop ke acara pelatihan demi memastikan data kampus bisa sinkron dengan baik. Hal ini menunjukkan dedikasi luar biasa para pejuang data kampus yang bekerja di balik layar.
4. Peran Pimpinan Perguruan Tinggi
Satu catatan penting yang muncul adalah bahwa keberhasilan Neo Feeder bukan hanya tanggung jawab operator, tapi juga pimpinan perguruan tinggi.
- Neo Feeder kini menjadi sumber utama data akreditasi otomatis.
- Jika pengelolaan Neo Feeder terabaikan, maka data kampus tidak akan valid.
- Pimpinan perlu memberi dukungan penuh, baik dari sisi kebijakan, infrastruktur, maupun sumber daya manusia.
Dengan dukungan menyeluruh, kampus bisa memastikan bahwa data akademik terkelola dengan baik, terlaporkan dengan benar, dan siap menghadapi kebutuhan akreditasi maupun pelaporan nasional.
Kesimpulan
Update Neo Feeder 3.0.1 membawa perbaikan besar pada aspek keamanan dan validasi data. Namun, penerapan di lapangan masih menyisakan tantangan teknis seperti pergantian admin, OTP yang tidak terkirim, dan sinkronisasi data.
Kuncinya adalah:
- Operator memahami alur teknis.
- Kampus menyiapkan infrastruktur memadai.
- Pimpinan perguruan tinggi memberi dukungan penuh.
Dengan sinergi tersebut, Neo Feeder benar-benar bisa menjadi “roh” perguruan tinggi yang menjaga kualitas data akademik.
Dari Curhatan Operator ke Solusi Nyata
Webinar kali ini membuktikan bahwa banyak operator kampus menghadapi persoalan serupa:
mulai dari ganti admin Neo Feeder, kendala OTP, hingga sinkronisasi data yang tidak stabil.
Suteki Technology memahami betul tantangan ini. Itulah sebabnya kami menghadirkan SIAKAD 4.0 yang sudah terbukti membantu ratusan kampus:
- 👩💻 Operator lebih tenang → sistem otomatisasi mengurangi pekerjaan manual
- 👨🏫 Dosen lebih mandiri → akses portal dosen untuk nilai, KRS, & OBE
- 🎓 Mahasiswa lebih nyaman → PMB online & layanan akademik serba digital
- 🏛️ Pimpinan kampus lebih percaya diri → laporan & analitik siap untuk akreditasi
Kalau kampus Anda masih sering “pusing data”, mungkin sudah waktunya mencoba solusi yang tepat.
👉 Chat via WhatsApp untuk diskusi langsung dengan tim Suteki [Whatsapp]
📩 atau isi Form Pengajuan Demo agar kami bisa menyesuaikan solusi sesuai kebutuhan kampus Anda. [Form Request Demo]