Kementerian Agama Republik Indonesia secara resmi meluncurkan tahapan Penerimaan Mahasiswa Baru Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PMB PTKIN) Tahun 2026 dalam acara nasional yang digelar di Hotel Vertu Harmoni, Jakarta. Program ini menegaskan komitmen pemerintah dan institusi pendidikan Islam dalam mewujudkan pendidikan tinggi yang inklusif dan ramah bagi semua lapisan masyarakat, termasuk calon mahasiswa berkebutuhan khusus.
Tema besar yang diusung tahun ini adalah “Pendidikan Islam Ramah Difabel”, yang mencerminkan nilai keadilan akses pendidikan sebagai bagian dari nilai-nilai Islam yang memanusiakan manusia. Menteri Agama, Prof. Dr. K.H. Nasaruddin Umar, menegaskan bahwa PTKIN bukan hanya untuk mereka yang unggul secara akademik, tetapi juga bagi seluruh anak bangsa tanpa terkecuali.
Transformasi Sistem Seleksi yang Lebih Inklusif
Untuk mendukung implementasi tema inklusif tersebut, PMB PTKIN 2026 menghadirkan sejumlah transformasi teknis dalam sistem seleksi. Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Prof. Dr. Amien Suyitno, menjelaskan bahwa sistem seleksi telah mengalami pembaruan melalui pengenalan dua elemen penting:
- Sistem Pemetaan Disabilitas, yang membantu kampus mengenali kebutuhan calon mahasiswa berkebutuhan khusus sejak dini
- Sistem Rekomendasi Peminatan, yang mendukung penempatan akademik sesuai potensi peserta
Transformasi ini bertujuan agar perguruan tinggi dapat menyiapkan skema pendampingan yang tepat dan optimal sebelum perkuliahan dimulai, sehingga mahasiswa dengan disabilitas dapat mengikuti proses belajar dengan maksimal.
Jalur dan Jadwal Seleksi PMB PTKIN 2026
Penerimaan mahasiswa baru PTKIN Tahun 2026 dilaksanakan melalui dua jalur utama:
1. Seleksi Prestasi Akademik Nasional (SPAN-PTKIN)
Jalur ini tanpa ujian tulis, berbasis prestasi akademik dan non-akademik:
- Pengisian PDSS (Sekolah): 5–7 Januari 2026
- Pendaftaran siswa: 11–28 Februari 2026
- Pengumuman hasil seleksi: 7 April 2026
Penilaian pada jalur ini kini juga mempertimbangkan Tes Kompetensi Akademik (TKA) guna meningkatkan objektivitas proses seleksi.
2. Ujian Masuk PTKIN (UM-PTKIN)
Jalur seleksi dengan ujian tulis berbasis teknologi melalui Sistem Seleksi Elektronik (SSE):
- Pendaftaran: 13 April–30 Mei 2026
- Pelaksanaan ujian: 8–14 Juni 2026
- Pengumuman hasil seleksi: 30 Juni 2026
Perangkat SSE telah diperbaharui dengan fitur aksesibilitas yang lebih optimal, khususnya untuk peserta berkebutuhan khusus, sebagai bentuk komitmen terhadap proses seleksi yang inklusif.
Fokus Kompetensi dan Moderasi Ujian
Materi ujian pada jalur UM-PTKIN 2026 tetap menekankan pada kualitas intelektual dan karakter, dengan empat pilar utama:
- Penalaran Akademik
- Penalaran Matematika
- Literasi Membaca
- Literasi Ajaran Islam
Khusus untuk Literasi Ajaran Islam, instrumen seleksi dirancang tidak hanya untuk mengukur kemampuan akademik, tetapi juga pemahaman ajaran Islam yang moderat dan karakter inklusif pada calon mahasiswa. Program seleksi juga memberi ruang bagi peserta yang mampu menunjukkan visi transformatif serta kepedulian terhadap isu-isu sosial dan ekoteologi.
Apresiasi dan Harapan terhadap PMB PTKIN 2026
Rektor UIN Suska Riau, Prof. Dr. Hj. Leny Nofianti, menyampaikan apresiasi tinggi terhadap peluncuran PMB PTKIN 2026 yang mengusung tema inklusif. Ia menilai langkah ini merupakan bentuk komitmen nyata untuk menciptakan lingkungan akademik yang adil dan ramah bagi calon mahasiswa dengan berbagai kebutuhan.
Kemenag berharap bahwa penguatan sistem seleksi yang inklusif ini akan mampu melahirkan generasi intelektual Muslim yang unggul secara akademik, berkarakter, dan bertanggung jawab secara sosial, sehingga pendidikan tinggi Islam semakin bermakna dalam kehidupan masyarakat Indonesia.
Mengapa Ini Penting?
Peluncuran tahapan PMB PTKIN 2026 dengan pendekatan inklusif bukan hanya soal prosedur penerimaan mahasiswa baru. Langkah ini turut menegaskan bahwa pendidikan tinggi Islam harus:
- Memberikan kesempatan yang setara bagi semua calon mahasiswa
- Memastikan akses tanpa hambatan bagi penyandang disabilitas
- Menanamkan nilai inklusivitas dan moderasi sejak awal proses seleksi
- Mendorong perguruan tinggi berorientasi pada kemanusiaan dan keadilan sosial
SIAKAD 4.0, Solusi Pengelolaan Akademik Terintegrasi untuk Kampus
Di tengah kebutuhan pengelolaan akademik yang semakin kompleks, kampus memerlukan sistem yang mampu menata data secara rapi, konsisten, dan siap terintegrasi dengan kebutuhan pelaporan.
SIAKAD 4.0 dari Suteki Technology membantu perguruan tinggi mengelola proses akademik secara menyeluruh mulai dari data mahasiswa, perkuliahan, penilaian, hingga kesiapan data untuk pelaporan ke PDDIKTI dalam satu sistem yang terstruktur dan mudah digunakan.
Bagi perguruan tinggi yang ingin memperkuat tata kelola akademik tanpa menambah beban administrasi, SIAKAD 4.0 dapat menjadi solusi yang layak dipertimbangkan.
Ingin Mengenal SIAKAD 4.0 Lebih Lanjut?
Jika kampus Anda ingin berdiskusi mengenai kebutuhan sistem akademik atau melihat langsung bagaimana SIAKAD 4.0 bekerja, Anda dapat:
➡️ Menghubungi WhatsApp Marketing Suteki melalui: [Link WhatsApp]
➡️ Mengisi Form Request Demo SIAKAD 4.0 di: [Link Form Request Demo]
Sumber:
Artikel ini dirangkum dari situs resmi UIN Suska Riau dan siaran pers terkait peluncuran PMB PTKIN 2026. UIN Sultan Syarif Kasim Riau





