Suteki Technology
Suteki Technology di Seminar Nasional FMI Jawa Timur XVIII 2026 Surabaya

Suteki Technology Hadir di Seminar Nasional FMI Jawa Timur XVIII 2026, Perkuat Dialog Transformasi Digital Perguruan Tinggi

Transformasi digital perguruan tinggi tidak hanya membutuhkan teknologi. Kampus juga membutuhkan ruang kolaborasi untuk mempertemukan perspektif akademisi, praktisi, dan berbagai pemangku kepentingan pendidikan tinggi.

Semangat tersebut hadir dalam rangkaian Forum Manajemen Indonesia (FMI) Jawa Timur XVIII 2026 di Hotel Platinum Tunjungan, Surabaya. Rangkaian kegiatan berlangsung pada 20–22 Oktober 2026, dengan Seminar Nasional sebagai salah satu agenda utama pada 21 Oktober 2026.

Suteki Technology turut hadir dalam kegiatan tersebut untuk membangun koneksi dan bertukar perspektif dengan ekosistem perguruan tinggi. Momentum ini juga menjadi kesempatan untuk memahami perkembangan kebutuhan kampus secara lebih dekat.

FMI Jawa Timur XVIII 2026 Membahas Transformasi Ekosistem Digital

Seminar Nasional FMI Jawa Timur XVIII 2026 mengangkat tema “Inovasi Strategis & Transformasi Ekosistem Digital Berkelanjutan untuk Mendukung Pembangunan & Penguatan Daya Saing Indonesia di Tingkat Global.”

Tema tersebut relevan dengan perubahan yang sedang dihadapi perguruan tinggi dan dunia organisasi. Transformasi digital, kecerdasan buatan, keberlanjutan, dan perubahan dunia kerja semakin memengaruhi pengembangan pendidikan tinggi.

Pembahasan seminar juga menyoroti pentingnya kompetensi dosen dan relevansi program studi dengan kebutuhan industri. Perguruan tinggi perlu terus mengevaluasi apakah proses pembelajaran dan kompetensi lulusan tetap sesuai dengan perubahan tersebut.

Artinya, transformasi digital tidak dapat berdiri sendiri. Teknologi perlu berjalan bersama pengembangan sumber daya manusia, kurikulum, dan tata kelola institusi.

Mempertemukan Akademisi, Peneliti, dan Praktisi dari Berbagai Institusi

FMI Jawa Timur XVIII 2026 menjadi ruang pertemuan bagi berbagai pihak yang terlibat dalam pengembangan ilmu manajemen dan pendidikan tinggi.

Seminar Nasional tahun ini diikuti 1.015 peserta secara hybrid. Peserta berasal dari 198 perguruan tinggi dan institusi di 27 provinsi serta 88 kota di Indonesia.

Rangkaian FMI juga tidak hanya berisi seminar. Kegiatannya mencakup workshop, Call for Papers, Pengabdian kepada Masyarakat, serta berbagai agenda pendukung lainnya.

Pertemuan lintas institusi seperti ini membuka ruang untuk bertukar pengalaman. Perguruan tinggi dapat melihat bagaimana institusi lain merespons perubahan teknologi dan kebutuhan organisasi.

Bagi Suteki Technology, interaksi tersebut memberikan perspektif yang penting. Setiap kampus memiliki karakteristik, kesiapan digital, dan kebutuhan pengembangan yang berbeda.

Transformasi Digital Perguruan Tinggi Bukan Sekadar Menggunakan Aplikasi

Penggunaan teknologi sering menjadi salah satu indikator awal digitalisasi kampus. Namun, keberadaan aplikasi belum tentu berarti seluruh proses sudah berjalan secara terintegrasi.

Perguruan tinggi dapat memiliki beberapa sistem sekaligus. Tantangan muncul ketika data dan proses di dalamnya masih berjalan secara terpisah.

Misalnya, bagian akademik memiliki satu sistem, sedangkan unit lain menggunakan sumber data berbeda. Kondisi tersebut dapat meningkatkan kebutuhan input ulang, rekonsiliasi, dan pengecekan manual.

Karena itu, transformasi digital perlu dilihat sebagai perubahan pada sistem, data, dan proses kerja.

Teknologi menjadi lebih bernilai ketika membantu pengguna menjalankan pekerjaan secara lebih terstruktur. Sistem juga perlu mendukung kebutuhan kampus tanpa menambah proses administratif yang sebenarnya dapat disederhanakan.

Setiap Perguruan Tinggi Memiliki Titik Awal yang Berbeda

Tidak semua perguruan tinggi berada pada tingkat kematangan digital yang sama.

Sebagian kampus sudah memiliki sistem yang saling terhubung. Institusi lain mungkin sedang mengurangi pekerjaan manual atau membangun fondasi data yang lebih terstruktur.

Ada pula perguruan tinggi yang sedang menghubungkan proses akademik dengan pembelajaran, keuangan, pelaporan, atau layanan lainnya.

Karena itu, transformasi digital tidak sebaiknya dimulai dari pertanyaan “sistem apa yang harus dibeli?”

Pertanyaan yang lebih penting adalah:

“Proses apa yang perlu diperbaiki dan bagaimana teknologi dapat membantu?”

Cara pandang tersebut membantu kampus menentukan prioritas berdasarkan kebutuhan nyata.

Apa yang Perlu Dievaluasi Sebelum Mengembangkan Ekosistem Digital Kampus?

Perguruan tinggi dapat memulai dengan melihat proses operasional yang saat ini berjalan.

Beberapa area dapat menjadi titik awal evaluasi:

  • proses yang masih membutuhkan banyak pekerjaan manual;
  • data yang digunakan oleh beberapa unit;
  • input atau rekonsiliasi yang dilakukan berulang;
  • keterhubungan antar sistem;
  • kebutuhan monitoring bagi pimpinan;
  • serta pengalaman dosen, mahasiswa, dan operator.

Hasil pemetaan tersebut dapat membantu kampus memahami titik yang paling membutuhkan perbaikan.

Transformasi kemudian dapat dilakukan secara bertahap. Kampus tidak harus mengubah seluruh sistem secara bersamaan.

Kolaborasi Membantu Teknologi Tetap Relevan dengan Kebutuhan Kampus

Salah satu nilai penting dari forum seperti FMI adalah terbukanya diskusi antara pihak yang memiliki perspektif berbeda.

Pengembangan teknologi tidak cukup hanya menggunakan sudut pandang teknis. Masukan dari pengelola kampus menjadi bagian penting dalam memahami kebutuhan sebenarnya.

Operator dapat melihat kebutuhan dari sisi pelaporan dan administrasi. Dosen memiliki perspektif terhadap proses pembelajaran, sementara pimpinan membutuhkan informasi untuk monitoring dan pengambilan keputusan.

Program studi dan bagian akademik juga berinteraksi langsung dengan berbagai proses operasional.

Ketika perspektif tersebut dipertemukan, pengembangan sistem dapat lebih dekat dengan kebutuhan pengguna.

Bagi Suteki Technology, forum seperti FMI menjadi salah satu ruang untuk mendengarkan kebutuhan tersebut. Dialog langsung membantu memahami perkembangan tantangan perguruan tinggi dari berbagai sudut pandang.

Insight: Transformasi Digital Perlu Menghubungkan Teknologi dengan Proses

Transformasi digital sering dianggap berhasil ketika proses manual sudah dipindahkan ke aplikasi.

Padahal, digitalisasi saja belum tentu menyelesaikan masalah.

Jika proses yang panjang hanya dipindahkan ke sistem digital tanpa dievaluasi, pengguna masih dapat menghadapi pekerjaan yang sama. Perbedaannya hanya pada media yang digunakan.

Karena itu, transformasi perlu melihat proses secara menyeluruh.

Apakah data yang sama harus diinput beberapa kali? Apakah unit kampus menggunakan sumber informasi yang konsisten? Apakah sistem membantu pengguna mengambil keputusan?

Pertanyaan tersebut membantu kampus melihat teknologi dari sisi manfaat.

Digitalisasi bukan sekadar membuat proses menjadi digital. Transformasi terjadi ketika teknologi membantu proses menjadi lebih baik.

Data Menjadi Fondasi Penting dalam Ekosistem Digital Perguruan Tinggi

Selain proses, kualitas data juga menentukan keberhasilan transformasi digital.

Data akademik digunakan oleh banyak bagian kampus. Informasi tersebut mendukung operasional, pelaporan, evaluasi, hingga kebutuhan pimpinan.

Jika data tersebar pada berbagai sumber, kampus perlu melakukan pencocokan secara berkala. Kondisi ini dapat menambah pekerjaan dan meningkatkan risiko perbedaan informasi.

Ekosistem yang lebih terintegrasi membantu kampus membangun sumber data yang lebih konsisten.

Manfaatnya tidak hanya dirasakan operator. Program studi, bagian akademik, dosen, mahasiswa, dan pimpinan juga dapat menggunakan informasi sesuai kebutuhannya.

Teknologi Perlu Memberikan Ruang untuk Improvement

Efisiensi administrasi bukan berarti mengurangi peran sumber daya manusia.

Justru, teknologi seharusnya mengurangi pekerjaan repetitif agar pengguna memiliki lebih banyak waktu untuk aktivitas yang bernilai.

Operator dapat memberikan perhatian lebih besar pada kualitas data. Bagian akademik dapat meningkatkan monitoring terhadap proses yang berjalan.

Dosen memiliki lebih banyak ruang untuk fokus pada pembelajaran dan pengembangan mahasiswa. Pimpinan juga dapat memanfaatkan informasi untuk evaluasi dan pengambilan keputusan.

Dalam konteks tersebut, manfaat transformasi digital tidak hanya diukur dari berapa banyak proses yang sudah online.

Manfaatnya juga terlihat dari bagaimana teknologi membantu perguruan tinggi menjalankan improvement secara berkelanjutan.

Apa Artinya bagi Perguruan Tinggi?

Pembahasan dalam FMI Jawa Timur XVIII 2026 menunjukkan bahwa institusi terus menghadapi perubahan.

Perkembangan AI, kebutuhan industri, keberlanjutan, dan transformasi digital akan terus memengaruhi dunia pendidikan tinggi. Perguruan tinggi perlu memiliki kemampuan untuk beradaptasi.

Namun, adaptasi tidak selalu berarti mengikuti setiap teknologi baru.

Kampus perlu memahami kebutuhannya terlebih dahulu. Teknologi kemudian dipilih dan dikembangkan untuk mendukung tujuan institusi.

Pendekatan tersebut membuat transformasi digital menjadi lebih terarah. Kampus dapat membangun ekosistem sesuai prioritas dan kapasitasnya.

Terus Membuka Ruang Kolaborasi dengan Perguruan Tinggi

Bagi Suteki Technology, transformasi digital tidak hanya dibangun melalui pengembangan produk. Dialog dengan perguruan tinggi juga menjadi bagian penting dalam memahami kebutuhan pengguna.

Kehadiran dalam FMI Jawa Timur XVIII 2026 menjadi salah satu kesempatan untuk membangun koneksi dan bertukar perspektif dengan ekosistem pendidikan tinggi.

Insight tersebut dapat menjadi bagian dari pengembangan solusi yang semakin relevan dengan kebutuhan kampus.

Suteki Technology akan terus membuka ruang kolaborasi bersama perguruan tinggi untuk membangun tata kelola dan ekosistem digital yang lebih terhubung.

→ Konsultasikan kebutuhan transformasi digital kampus bersama tim Suteki Technology [Link Whatsapp]
→ Request Demo dan lihat bagaimana ekosistem solusi Suteki dapat mendukung operasional perguruan tinggi
[Link Form Request Demo]

Suteki Technology — Mitra Ideal Transformasi Digital Perguruan Tinggi.

Sumber

  • Forum Manajemen Indonesia — Seminar Nasional dan Call for Papers FMI 2026 Jawa Timur. Agenda resmi mencantumkan FMI Korwil Jawa Timur sebagai penyelenggara dan Hotel Platinum Tunjungan, Surabaya sebagai lokasi kegiatan.
  • ANTARA Jawa Timur — FMI Gelar Seminar Nasional Dorong Transformasi Digital, 23 Oktober 2026. Memuat tema seminar serta pembahasan mengenai transformasi digital, AI, keberlanjutan, dan pengembangan ilmu manajemen.
  • Semnas FMI Jawa Timur XVIII 2026, laporan kegiatan yang mencatat 1.015 peserta dari 198 perguruan tinggi dan institusi, 27 provinsi, dan 88 kota.
  • JPNN Jawa Timur — Diikuti 1.015 Peserta, Semnas FMI Jatim Dorong Dosen Manajemen Beradaptasi dengan Industri, 23 Oktober 2026.

Insight & Update Kampus

Informasi terbaru untuk pengelolaan perguruan tinggi.

Kenalan dengan Suteki Technology

Suteki adalah mitra ideal transformasi digital perguruan tinggi sejak tahun 2004, yang telah dipercaya oleh lebih dari 150 perguruan tinggi berlangganan, dan digunakan oleh 1.000+ kampus di seluruh Indonesia, termasuk aplikasi gratis.

Solusi Andalan dari Suteki:

🔹 SIAKAD 4.0 – Sistem informasi akademik terintegrasi
🔹 Civitas LMS – Manajemen pembelajaran daring
🔹 Civitas PMB – Penerimaan mahasiswa baru online
🔹 Open Feeder – Sinkronisasi data ke Neo Feeder
🔹 E-Library – Perpustakaan digital kampus
🔹 E-Office – Pengelolaan surat dan dokumen digital

Izinkan kami bantu kampus Anda mengoptimalkan ekosistem Perguruan Tinggi Anda.

Isi Formulir Demo Sekarang dan tim kami akan menghubungi Anda untuk sesi demo gratis sesuai kebutuhan kampus Anda.

Related Posts

Artikel Terbaru
Join our newsletter to stay updated