Transformasi digital perguruan tinggi tidak selalu dimulai dari nol. Bagi institusi yang sebelumnya telah mengembangkan sistem secara mandiri, langkah berikutnya justru dapat berfokus pada bagaimana proses yang sudah berjalan dapat dikelola dalam ekosistem yang lebih terstruktur dan sesuai dengan kebutuhan kampus.
Hal tersebut menjadi bagian dari langkah Universitas Dirgantara Adisutjipto dalam memulai penggunaan sistem bersama Suteki Technology.
Dalam proses awal, kampus telah memiliki pemahaman yang cukup baik terhadap kebutuhan teknologinya. Hal ini membantu proses pemetaan sistem dilakukan secara lebih detail, terutama pada pengelolaan Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) dan aktivitas akademik.
Pengalaman Mengembangkan Sistem Menjadi Bekal dalam Menentukan Kebutuhan
Sebelumnya, Universitas Dirgantara Adisutjipto telah memiliki pengalaman dalam mengembangkan sistem secara mandiri.
Pengalaman tersebut menjadi bekal bagi tim kampus untuk memahami proses operasional yang dibutuhkan serta mengevaluasi bagaimana sebuah sistem dapat mendukung aktivitas masing-masing unit.
Karena itu, pemilihan solusi tidak hanya mempertimbangkan kelengkapan fitur, tetapi juga kesesuaian alur kerja, kebutuhan pengguna, serta keberlanjutan implementasinya.
Setelah melalui proses diskusi dan pemetaan, kebutuhan utama kampus dinilai dapat didukung melalui ekosistem sistem Suteki Technology.
Pengelolaan PMB Menjadi Salah Satu Fokus
Salah satu area yang menjadi perhatian adalah Penerimaan Mahasiswa Baru.
PMB memiliki rangkaian proses yang cukup panjang, mulai dari penyampaian informasi, pendaftaran calon mahasiswa, pembayaran, seleksi, komunikasi, penerimaan, hingga daftar ulang.
Dalam diskusi bersama tim kampus, sebagian besar kebutuhan utama pada proses tersebut dapat diakomodasi melalui Civitas PMB. Beberapa kebutuhan komunikasi kepada calon mahasiswa juga menjadi bagian yang dapat terus disesuaikan mengikuti proses operasional kampus.
Civitas PMB mendukung pengelolaan proses penerimaan mahasiswa baru mulai dari informasi dan pendaftaran, pembayaran, ujian dan seleksi, komunikasi, proses penerimaan, daftar ulang, hingga pelaporan.
Dengan alur yang lebih terhubung, proses PMB dapat dikelola secara lebih terstruktur dari tahap awal pendaftaran hingga calon mahasiswa resmi melakukan daftar ulang.
Kebutuhan Akademik Dikembangkan Sesuai Prioritas
Selain PMB, pengelolaan akademik juga menjadi bagian dari kebutuhan Universitas Dirgantara Adisutjipto.
Kampus memiliki beberapa proses akademik yang cukup spesifik, termasuk kebutuhan terkait KRS remedial. Kebutuhan tersebut akan dipetakan dan dikembangkan secara bertahap sesuai prioritas implementasi.
Pendekatan bertahap memberikan kesempatan bagi kampus untuk memfokuskan implementasi terlebih dahulu pada proses utama, kemudian melanjutkan optimalisasi pada kebutuhan yang lebih spesifik.
Melalui SIAKAD 4.0, perguruan tinggi dapat mengelola berbagai aktivitas akademik seperti data mahasiswa, dosen dan program studi, perkuliahan, KRS, presensi, penilaian, serta proses akademik lainnya dalam satu sistem.
Apa yang Menjadi Pertimbangan Universitas Dirgantara Adisutjipto?
Bagi perguruan tinggi, memilih sistem informasi bukan hanya persoalan menemukan fitur sebanyak mungkin.
Kesesuaian sistem dengan proses kerja kampus menjadi salah satu pertimbangan penting.
Dalam proses pembahasan bersama Universitas Dirgantara Adisutjipto, kebutuhan utama institusi dinilai telah cukup terakomodasi melalui sistem Suteki Technology. Pengalaman penggunaan sistem Suteki pada institusi lain juga menjadi salah satu referensi dalam memahami penerapannya pada operasional perguruan tinggi.
Selain kesesuaian kebutuhan, model implementasi dan keberlanjutan penggunaan sistem turut menjadi pertimbangan agar solusi yang digunakan tetap relevan dengan perkembangan institusi dalam jangka panjang.
Pendampingan Disesuaikan dengan Kebutuhan Kampus
Implementasi sistem tidak berhenti ketika aplikasi mulai digunakan.
Kebutuhan pelatihan dan pendampingan akan dipetakan lebih lanjut bersama tim Universitas Dirgantara Adisutjipto dengan mempertimbangkan pengguna yang terlibat, alur kerja setiap unit, kebutuhan konfigurasi, hingga prioritas implementasi.
Pendekatan ini memungkinkan proses adopsi dilakukan secara bertahap sesuai kondisi dan kebutuhan institusi.
Tujuannya bukan hanya memastikan sistem dapat digunakan, tetapi juga membantu setiap unit memahami alur kerja dan memanfaatkan sistem secara optimal.
Pendekatan tersebut sejalan dengan komitmen Suteki Technology dalam mendukung transformasi digital perguruan tinggi melalui sistem yang terintegrasi dan pendampingan yang berkelanjutan.
Apa yang Dapat Dipelajari Perguruan Tinggi Lain?
Langkah Universitas Dirgantara Adisutjipto menunjukkan bahwa transformasi digital tidak selalu berarti mengganti seluruh proses yang telah berjalan.
Bagi kampus yang sebelumnya sudah memiliki sistem sendiri, pengalaman tersebut justru dapat menjadi dasar untuk menentukan kebutuhan dengan lebih matang.
Hal terpenting adalah memahami proses mana yang menjadi prioritas, bagaimana sistem dapat mendukung kebutuhan operasional, serta bagaimana implementasi dilakukan secara bertahap agar dapat diterima dan digunakan oleh setiap unit.
Dengan pendekatan tersebut, teknologi tidak hanya menjadi aplikasi tambahan, tetapi dapat berkembang menjadi bagian dari pengelolaan kampus yang lebih terstruktur.
Ringkasan
Universitas Dirgantara Adisutjipto memulai penggunaan sistem bersama Suteki Technology dengan fokus awal pada pengelolaan PMB dan akademik.
Pengalaman kampus dalam mengembangkan sistem secara mandiri sebelumnya menjadi bekal dalam memetakan kebutuhan secara lebih detail. Civitas PMB dan SIAKAD 4.0 akan mendukung proses utama yang dibutuhkan, sementara kebutuhan yang lebih spesifik dapat dikembangkan secara bertahap sesuai prioritas institusi.
Proses implementasi juga akan disertai pemetaan kebutuhan pelatihan dan pendampingan agar sistem dapat digunakan secara optimal dan berkembang bersama kebutuhan kampus.
Bangun Pengelolaan Akademik dan PMB yang Lebih Terintegrasi bersama Suteki Technology
Setiap perguruan tinggi memiliki proses, kebutuhan, dan tingkat kesiapan digital yang berbeda.
Karena itu, implementasi sistem sebaiknya dimulai dari pemetaan kebutuhan agar teknologi yang digunakan benar-benar mendukung proses operasional kampus.
Melalui SIAKAD 4.0 dan Civitas PMB, perguruan tinggi dapat membangun pengelolaan akademik dan penerimaan mahasiswa baru dalam ekosistem yang lebih terhubung. Suteki Technology juga mendampingi proses implementasi agar sistem tidak hanya tersedia, tetapi dapat digunakan secara optimal sesuai kebutuhan institusi.
→ Request Demo SIAKAD 4.0 [Link Form Request Demo]
→ Konsultasikan kebutuhan transformasi digital kampus bersama tim Suteki Technology [Link Whatsapp]